Standar dapur MBG ikut memegang peranan penting dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diadakan oleh pemerintah. Area dapur yang sesuai dengan spesifikasi dapat menghasilkan makanan yang aman dan lezat.
Pasalnya, makanan bergizi ini nantinya akan disalurkan kepada anak-anak dan ibu hamil. Tentu saja terdapat standar khusus yang wajib terpenuhi. Baik yang berkaitan dengan kualitas makanan, cara pengolahan, sampai penggunaan peralatan.
Tujuan Standarisasi Dapur MBG
Badan Gizi Nasional (BGN) sudah menetapkan standar dapur umum MBG agar program ini berjalan secara optimal. Untuk informasi lengkapnya, cari standar dapur MBG pdf melalui internet.
Jika ingin tahu secara ringkas, simak informasi di bawah ini sampai tuntas. BGN telah merancang spesifikasi khusus untuk dapur MBG. Meliputi jaminan kualitas gizi, kebersihan, keamanan, sampai pengoptimalan proses produksi makanan.
Dengan adanya standarisasi, harapannya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Program MBG juga mendatangkan dampak positif untuk masyarakat.
Syarat Umum yang Harus Terpenuhi
Terkait persyaratan umum standar dapur MBG, ada sejumlah hal yang diatur di dalamnya. Meliputi sanitasi, jumlah produksi, aturan pengelolaan, aturan ventilasi udara, sampai cara penyajian makanan. Seluruhnya harus terpenuhi tanpa kurang satu aspek pun.
1. Jumlah Kapasitas Produksi
Standar dapur makan siang gratis mengharuskan pengelola dapur mampu menghasilkan 100 sampai 500 porsi makanan dalam satu hari. Jumlah tersebut menjadi acuan mampu atau tidaknya pengelola dapur mengolah makanan dalam satu hari kerja.
Untuk menghasilkan 100 sampai 500 porsi makanan, tentu saja pengelola dapur perlu memiliki peralatan yang memadai. Umumnya peralatan dapur untuk memasak dalam jumlah besar memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari peralatan memasak biasa.
2. Sanitasi dan Kebersihan Dapur
Dapur MBG wajib memiliki tempat untuk mencuci tangan dan peralatan memasak. Tidak hanya mengatur tentang peralatan dapur MBG, spesifikasi yang ada juga memuat ketentuan terkait sanitasi dan kebersihan dapur.
Pengelola dapur MBG juga perlu memastikan kebersihan area dapur dari binatang atau serangga. Permukaan meja dan lantai di area memasak harus mudah untuk dibersihkan. Aturan ini tergolong standar untuk sebuah dapur besar.
3. Cara Penyajian dan Penyimpanan Makanan
Aturan terkait standarisasi dapur MBG mengatur ketat cara penyimpanan dan penyajian makanan. Setiap porsi makanan harus disimpan dengan baik sehingga tetap hangat saat sampai ke tangan penerima. Dalam hal ini siswa, ibu, hamil, maupun kalangan tertentu.
Untuk menjaga suhu makanan, pengelola dapur tentu saja memerlukan peralatan yang memadai. Contohnya tepak makan yang mampu menahan suhu panas. Umumnya pengelola dapur MBG menggunakan tepak makan berbahan alumunium atau plastik food grade.
4. Aturan Terkait Ventilasi dan Sirkulasi Udara
Menariknya, standar dapur MBG ikut membahas aturan terkait ventilasi dan sirkulasi udara di area dapur. Area untuk memasak makanan tidak boleh terlalu pengap agar kualitas makanan tidak menurun.
Selain itu, pengelola dapur MBG juga wajib menyediakan jalur keluar untuk asap makanan. Oleh karenanya, pengelola dapur perlu menyiapkan ducting di area dapur MBG agar sirkulasi udara berjalan dengan baik.
5. Aturan Pengelolaan Terkait Bahan Makanan
Belum berhenti sampai standar peralatan dapur MBG, spesifikasi yang ada juga mengatur terkait pengelolaan bahan makanan. Setiap bahan makanan wajib tersimpan dalam suhu atau temperatur yang sesuai.
Pengelola dapur MBG perlu menyiapkan alat khusus untuk menyimpan setiap bahan makanan. Contohnya, suhu untuk menyimpan daging tentu berbeda dengan suhu untuk menyimpan sayur-mayur.
Setiap penggunaan bahan makanan wajib diperhatikan komposisi dan efek sampingnya. Pengelolaan bahan makanan juga tidak boleh menggunakan tambahan bahan pangan yang berbahaya bagi tubuh.
Pembagian Area Penting dalam Dapur MBG
Denah dapur MBG yang sesuai dengan standar terbagi ke dalam beberapa area. Setiap area memiliki fungsi masing-masing. Meliputi area loading dan unloading sampai area untuk melakukan inspeksi makanan.
1. Untuk Loading dan Unloading
Standar dapur MBG sesuai juknis mengharuskan pengelola dapur untuk menyediakan area untuk loading dan unloading. Area ini berfungsi untuk menerima bahan makanan dan mengeluarkan limbah sisa produksi makanan.
Biasanya area loading dan unloading barang menyediakan akses khusus untuk kendaraan pengangkut barang. Oleh karena itu, lokasinya perlu ditata dengan baik agar tidak mengganggu area pengolahan makanan.
Proses pengangkutan bahan makanan menjadi lebih mudah jika pengelola dapur menyediakan area ini. Jalur keluar dan masuk bahan makanan harus jelas agar pemindahannya berjalan lebih optimal.
2. Area Terbuka
Area terbuka menjadi salah satu spesifikasi yang ada di dalam standar dapur MBG. Nantinya, area ini berfungsi sebagai tempat melakukan persiapan awal. Khusus area terbuka, pengelola dapur perlu menyiapkan ruangan yang mendukung pencahayaan alami dan sirkulasi udara.
Meski memiliki nama area terbuka, ruangan ini perlu terlindungi dari hewan dan debu. Dengan begitu, kebersihan makanan jauh lebih terjaga secara keseluruhan. Area terbuka sering dipakai untuk membersihkan bahan makanan non protein.
3. Ruang Distribusi
Layout standar dapur MBG mengatur secara jelas keberadaan area distribusi. Salah satu area penting ini berguna untuk memudahkan pengantaran makanan ke titik konsumsi tanpa mengganggu proses dapur lainnya.
Umumnya, jalur distribusi terpisah dengan jalur kotor maupun area persiapan bahan mentah. Hal ini bertujuan untuk tetap menjaga higienitas makanan. Di area distribusi, pengelola dapur boleh menggunakan troli atau alat bantu lain yang memudahkan pemindahan makanan.
4. Untuk Inspeksi Makanan
Standar bangunan dapur MBG juga mengatur keberadaan ruang inspeksi makanan. Area ini diatur sedemikian rupa sebagai titik kontrol makanan sebelum disajikan kepada penerima. Tentu saja letaknya terpisah dengan area memasak.
Untuk mendukung proses inspeksi, biasanya pengelola dapur MBG memerlukan peralatan tambahan yang memadai. Contohnya peralatan untuk mengukur suhu. Selain mengecek kebersihan dan kesesuaian makanan, pengelola perlu memastikan rasa makanan.
5. Ruang untuk Mencuci Bahan Makanan
Berbeda dengan area cuci untuk dapur skala kecil, area cuci bahan untuk dapur skala besar wajib menampung bahan dalam volume besar. Ruang yang besar membantu pencucian bahan menjadi lebih optimal dan tidak tumpang tindih.
Ukuran standar dapur MBG sebenarnya cukup beragam, bergantung dengan kapasitas produksi. Dapur dengan skala menengah atau besar wajib memiliki ruang khusus untuk mencuci bahan makanan sebelum masuk ke proses pemasakan.
Proses pencucian bahan makanan tergolong penting agar bahan makanan tidak terkena kontaminasi silang. Area untuk mencuci bahan makanan umumnya dilengkapi dengan kran air, sistem pembuangan limbah cair, dan wastafel.
Solusi Udara Nyaman untuk Dapur MBG
Dengan memastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik, kualitas makanan dari dapur MBG akan lebih terjaga. Kualitas udara yang buruk ikut mempengaruhi kenyamanan pekerja dapur ketika mengelola makanan MBG.
Jika memerlukan peralatan tambahan untuk mengoptimalkan sirkulasi udara sesuai dengan standar dapur MBG, pengelola dapur MBG bisa menghubungi Pelita Jaya Tehnik sekarang juga! Segala keperluan sirkulasi udara tersedia secara lengkap.